Mengenal Lebih Dekat Presuposisi Dalam NLP

presuposisi dalam nlp
                        presuposisi dalam nlp

Agar kita bisa memahami NLP dengan lebih baik, maka kita harus mengenal lebih dekat presuposisi dalam NLP. Penerapan NLP berjalan pada asumsi-asumsi awal yang dikenal dengan presuposisi NLP. Presuposisi NLP merupakan asumsi-asumsi yang dijadikan untuk memahami dan merangkai beragam teknik dalam mengusung perubahan perilaku manusia sehingga manusia dapat mencapai ekselensinya dengan tepat.

Presuposisi NLP adalah falsafah NLP sama halnya pancasila yang merupakan falsafah bangsa Indonesia yang seluruh undang-undang di dalamnya harus selaras dengan nilai pancasila tersebut. Begitupula falsafah NLP ini dimana seluruh teknik yang diusung di dalamnya selalu mengacu pada presuposisi ini.

Jika dipandang dari dunia IT, presuposisi ini ibarat Operating System pada komputer. Maka setiap aplikasi atau perangkat lunak yang dijalankan pada komputer tersebut tidak akan berjalan apabila tidak ada operating systemnya. Contohnya Windows dan Linux yang merupakan bentuk Operating System yang kemudian bisa dipasang berbagai aplikasi lain seperti Corel Draw, Photoshop, Firefox, Microsoft Office, dan lain-lain. Tidak mungkin suatu aplikasi berjalan sendiri tanpa OS yang melatarbelakanginya. Begitupula dengan beragam teknik NLP, tidak akan berjalan tanpa asumsi atau presuposisi ini.

Apabila diibaratkan bangunan, presuposisi NLP ini sebagai pondasi rumahnya, dimana seluruh material dibangun di atas pondasi tersebut. Apabila tidak ada pondasi, maka sudah tentu bangunan tersebut tidak akan kokoh.

Intinya, jika presuposisi ini tidak dipahami dengan baik maka segala teknik dalam NLP yang sudah kita pelajari akan mengambang begitu saja karena tidak adanya pijakan yang pasti kenapa melakukan teknik tersebut.

Di bawah ini ada beberapa presuposisi NLP yang harus kita pahami

1. The Map Is Not The Territory

Peta bukanlah Wilayah. Jika anda melihat suatu peta, apakah itu sama persis dengan realita sebenarnya? Peta hanya menggambarkan garis besarnya saja dari suatu wilayah. Contohnya dalam setiap skala ada skala misalnya 1:1000 yang artinya 1 cm di peta sama dengan 1000 cm realita aslinya. Dari sini saja sudah terlihat perbedaannya banyak sekali antara peta dengan wilayah itu sendiri.

2. Everyone Lives In Their Unique Model Of The World

Setiap manusia hidup pada model dunianya yang unik. Setiap orang memiliki sikap, karakter, dan watak yang beraneka ragam. Semua ini dipicu dari latar belakang pengetahuan, kecerdasan, bakat, keluarga , dan pola hidup yang beraneka ragam juga. Hal ini menjadikan mereka semua memiliki model dunianya yang unik.

Apakah di dunia ini ada dua orang yang sama persis? Jawabannya sudah tentu TIDAK ADA. Kenapa? Bahkan orang kembar pun memiliki keunikan masing-masing, apalagi yang tidak kembar. Orangtua dan anakpun seringkali berbeda dalam berbagai macam hal.

Dengan mempelajari NLP, kita bisa mendapatkan manfaat untuk mengerti dan memahami model unik setiap orang sehingga kita bisa memberikan solusi untuk masalah pribadi atau masalah sosial yang terjadi dalam kehidupan kita.

3. Experience Has a Structure

Pengalaman memiliki struktur

Sekarang saya mau anda mengingat-ingat apa sih pengalaman yang paling menarik, menarik, dan yang paling tidak menarik alias membosankan bagi anda?

Nah sekarang perhatikan setiap pengalaman, apakah semuanya berjalan begitu saja? Tentu tidak. Jika anda cermat memahami pengalaman diri anda atau bahkan pengalaman orang lain maka kita bisa mengetahui bahwa setiap pengalaman memiliki  unsur-unsur yang menjadi penyusunnya. Unsur-unsur ini terdiri dari bagaimana kita berpikir saat itu, bagaimana perasaan kita saat itu, bagaimana tindakan kita saat itu, dan bagaimana hasil kita saat itu.

Setiap unsur yang berbeda akan menghasilkan pengalaman yang berbeda pula

Di Dalam NLP, kita akan banyak belajar mengenali struktur dan pola (pattern) dari berbagai macam pengalaman, baik itu pengalaman buruk yang mau kita netralisir sampai pengalaman orang-orang sukses yang kita tiru. Dengan begitu, kita bisa meningkatkan hasil dari suatu pengalaman, belajar dari pengalaman orang lain, ataupun hanya sekedar membenahi suatu pengalaman yang tidak mengesankan bagi diri kita.

Kita bisa memperoleh manfaat yang sangat luar biasa dari skill ini yaitu diantaranya adalah skill ini berguna untuk terapi psikis seperti trauma dan fobia. Selain itu skill NLP juga sangat berguna untuk mempercepat suatu pembelajaran pola baru untuk peningkatan prestasi, kinerja, dan hasil suatu usaha yang kita lakukan.

4. Body, Mind, and Soul Are One System

Tubuh, pikiran, dan jiwa adalah satu sistem yang terikat satu sama lain

Contoh yang paling sederhana dalam kehidupan kita adalah ketika pikiran kita baik, maka tubuh kita pun akan semakin sehat, dan jiwa pun akan turut mendukung. Hal ini tidak bisa kita pungkiri karena ini merupakan fakta yang tak bisa dibantah. Hanya diri kita sendiri yang tidak jarang menutup fakta ajaib tersebut.

Para ahli spiritual pun sudah membuktikan hal tersebut dan mereka mengajarkan kepada para muridnya. Mereka berusaha sekuat tenaga untuk mengontrol pikirannya sehingga perasaannya mampu ia kendalikan dengan baik dan hidupnya selalu tenang. Ketenangan dalam hidup ini manfaatnya sangat kompleks yang masuk dalam setiap lini kehidupan. Banyak sekali kasus dalam kehidupan kita baik itu keluarga, kesehatan, birokrasi, perusahaan sampai bidang politik yang mengalami kondisi carut marut tidak terkendali. Semua itu bisa kita kenali bahwa penyebab utamanya adalah jalan pikiran orang-orangnya sehingga ini berimbas pada emosi, respon, tindakan, lingkungan, dan kehidupan yang mereka alami. Semuanya saling terkait satu sama lain. Namun, kuncinya tetap kembali pada pikiran mereka sendiri.

NLP banyak memberikan tools untuk mengontrol pikiran sehingga perasaan menjadi terkendali dan dampaknya pada kehidupan akan otomatis semakin tertata dengan baik sesuai rencana yang dibuat. Itulah gunanya belajar NLP.

5. The Meaning Of Communication Is The Response You Get

Makna dari komunikasi adalah respon yang didapat.

Kita sering berbicara dengan orang lain namun apakah kita didengar dengan baik atau tidak?

Respon yang kita dapat itu sebenarnya menunjukkan makna yang kita sampaikan pada lawan bicara kita. Bila responnya tepat sesuai dengan harapan maka bisa dipastikan makna komunikasi kita juga tepat di benak orang tersebut. Yang ditangkap lawan bicara bukan suara yang didengarnya saja, tetapi yang jauh lebih penting adalah makna yang ditangkap dari suara itu sendiri.

Jadi jika respon yang terjadi sebaliknya itu pasti ada makna yang ditangkap lawan bicara kita belum sesuai. jadi kita perlu koreksi dulu tentang bagaimana cara berbicara kita.

Di dalam NLP banyak terdapat tools cara berkomunikasi yang bagus dan persuasif tepat sasaran dengan tingkat kesalahpahaman yang seminimal mungkin sehingga makna yang kita sampaikan tertuju pada sasaran dengan tepat.

Contohnya adalah : Milton Model, Meta Model, Rapport, meta program, dan lain-lain.

6. Underlying every behavior is positive intention

Di balik setiap perilaku ada maksud positif

Saya tahu kenapa anda mengikuti program NLP ini, tidak hanya itu bahkan saya tau kenapa manusia terus bekerja, beraktivitas, bahkan saya juga tahu kenapa ada orang mencuri. Jawabannya hanya satu yaitu untuk keperluan diri mereka sendiri. Keperluan ini ada 2 faktor yaitu keinginan dan kebutuhan.

Tujuan dari terpenuhinya kebutuhan ini adalah untuk menghindari sengsara dan mendapatkan kenikmatan dalam hidupnya. Inilah yang menjadikan dibalik perilaku ada maksud positifnya meskipun sangat kecil. Contohnya si pencuri. Kita tidak tahu persis alasan kenapa dia mencuri namun bisa jadi itu salah satu caranya untuk mempertahankan kehidupannya meskipun caranya salah. Dengan kata lain, bila ia tidak mencuri maka ia tidak bisa makan kemudian ia akan kelaparan sehingga keselamatan hidupnya terancam.

Dalam NLP, kita akan banyak mengenali program-program dasar manusia untuk mencari akar permasalahan yang dihadapinya, sehingga kita akan menemukan maksud atau niat positif dari perilaku yang dialaminya tersebut serta kita dapat membantunya dengan tepat sesuai niatan positif tersebut.

Nah demikianlah pengertian presuposisi dalam NLP. Semoga kita semua semakin tercerahkan dengan artikel ini. Aamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *