Penting! Inilah Manfaat Puasa Dalam Ilmu NLP

manfaat puasa ramadhan
manfaat puasa ramadhan

Di bulan suci Ramadhan ini kita diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa tetapi seringkali kita tidak tahu apa makna dari menjalankan ibadah puasa. Hal yang paling kita sering dengar puasa adalah menahan. Menahan lapar, dahaga, dan hawa nafsu. Itulah yang sering kita dengar. Dari menahan, pemaknaan pun berlanjut menjadi pengibaratan diri manusia layaknya mesin yang perlu perawatan. Maka puasa adalah metode untuk men-service diri baik secara fisik, mental maupun spiritual setelah digunakan tanpa henti.

Saya menerima semua itu, tapi terkadang saya belum puas dengan semua penjelasan tersebut.

Mengapa? Lihat penjelasannya dibawah ini.

Puasa adalah untuk menahan. Tapi untuk apa menahan? Benar pula bahwa puasa memberikan waktu bagi diri kita untuk dirawat. Tapi apa ujungnya dirawat secara khusus begini?

Ahaaa ujung. Ujung ini adalah kata kuncinya. Manusia adalah makhluk yang selalu ingin mencapai tujuan atau dalam NLP disebut dengan outcome. Dengan berbagai potensi yang tak terbatas, mustahil Tuhan menciptakan manusia tanpa tujuan. Tujuan alias ujung tadi pastinya lebih dari sekedar cara. Menahan adalah cara, begitu pula dengan perawatan. Dari berpikir soal ujung, saya pun menemukan beberapa hal.

Sesuatu perlu ditahan, jika ia memiliki energi untuk bergerak dan melaju. Kita tidak perlu menahan jika sesuatu itu diam saja, bukan? Maka manusia diperintahkan untuk menahan karena ia punya energi yang luar biasa dan berpotensi untuk tak terkendali. Sesuatu perlu dirawat secara rutin karena tiap hal memiliki titik jenuh. Bagi mesin, titik jenuh itu adalah kehausan yang berakhir dengan kerusakan karena penggunaan yang berlebihan. Bagi manusia, titik jenuh itu bisa jadi juga adalah kehausan secara fisik atau kekeringan secara emosional maupun spiritual. Tanpa perawatan, maka kotoran yang menempel pada mesin akan menempel begitu erat sehingga sulit untuk dibersihkan dan mengganggu kinerja mesin. Tanpa perawatan, hal yang sama dapat terjadi pula.

Nah menempel. Ini kata kunci yang satu lagi. Ketika menahan, kita melepaskan diri sejenak dari kelekatan terhadap makanan, minuman, hawa nafsu yang biasanya dihalalkan. Ketika berada dalam perawatan, kita melepaskan diri dari kotoran-kotoran fisik, emosional, maupun spiritual yang menjauhkan kita dari fitrah sebagaimana khalifah di muka bumi.

Sebenarnya ketika kita menahan, kita bukan hanya sekedar menahan. Ya, tidak ada satu pun dari potensi kita yang benar benar berhenti berfungsi ketika itu sebab menahan hakikatnya adalah berhenti sejenak untuk terlibat dan memandang dari kejauhan. Bukankah ketika berpuasa kita bisa merasakan nikmatnya makanan? Bukankah ketika berpuasa kita bisa merasakan asyiknya kesabaran? Bukankah ketika berpuasa kita bisa merasakan kedekatan dengan Tuhan?

Dalam ilmu NLP, puasa adalah cara untuk disassociated atau melepaskan diri dari kelekatan terhadap keseharian dengan beragam fenomenanya. Dengan menahan, kita berada pada meta position dan diajak untuk melihat apa yang seringkali kita lihat, mendengar apa yang seringkali kita dengar, dan merasa apa yang seringkali kita rasa.

Dengan kata lain, puasa bisa meningkatkan kepekaan indrawi atau disebut juga dengan sensory acuity dalam NLP. Jika puasa kita benar-benar dilakukan dengan baik maka penglihatan, pendengaran, dan indera perasa kita akan meningkat dengan tajam. Mantap kan? Tapi sayangnya yang terjadi adalah saat buka puasa kita malah “balas dendam” dengan memakan berbagai macam makanan yang ada di meja makan sampai perut kita kekenyangan. Inilah yang menghilangkan esensi dari puasa itu sendiri.

Kita bisa menemukan makna kemanusiaan yang lebih dalam ketika kita berpuasa, yang dengannya kita naik dan mengamati keseharian yang sudah biasa kita jalani. Dengan puasa kita bisa mencari alternatif jalan yang lebih tepat dan menyingkirkan penghalang yang menghalangi tujuan kita. Selain itu puasa adalah suatu cara untuk mengosongkan jiwa dan pikiran kita agar kita bisa mencapai Know Nothing State, yaitu suatu kondisi dimana kita mengosongkan pikiran dan membuka filter kita agar informasi apapun bisa dengan mudah masuk ke dalam pikiran bawah sadar kita. Itulah manfaat puasa jika ditinjau dari sudut pandang ilmu NLP. Semoga bermanfaat ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *